Potensi Sel Punca Pluripotensi Terinduksi Sebagai Generasi Baru Untuk Terapi

Andri Wardiana

Sari


perkembangan teknologi di bidang biomedik saat ini semakin pesat dan diharapkan memiliki dampak positif untuk menangani permasalahan kesehatan masyarakat dunia. Pada tahun 2012, seorang peneliti dari Jepang yang bernama Shinya Yamanaka berhasil meraih hadiah nobel di bidang fisiologi dan obat. Yamanaka menemukan teknologi sel punca pluripotensi terinduksi (iPS) yang merupakan generasi baru dari teknologi terapi sel punca yang dapat digunakan untuk pengobatan regenerasi sel dengan cara mengganti sel-sel yang rusak yang diakibatkan oleh penyakit, seperti jantung, syaraf dan hati. Sel punca, disebut juga sebagai sel induk atau stem cell merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan memiliki potensi untuk berkembang menjadi berbagai sel tubuh. Sedikitnya ada tiga jenis teknologi sel punca yang telah dikembangkan saat ini, yaitu sel punca embrionik, sel punca dewasa, dan sel punca pluripotensi terinduksi. Artikel ini akan membahas perkembangan penelitian dari ketiga jenis teknologi sel punca tersebut untuk aplikasi klinis beserta permasalahan yang dihadapi dan potensi teknologi sel iPS sebagai terapi sel punca di masa mendatang.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Biotrends Indexed By :

 

 

 

 





Statistic Counter